Rabu, 22 Desember 2010

The Best I Ever Had

Ketika manusia terlahir di dunia percayalah ia tidak datang dengan kebetulan. Keberadaannya merupakan hasil karya yang begitu mengagumkan proses pembentukannyapun begitu menakjubkan, ada sentuhan sentuhan atas dasar kekuasaan yang tiada tara , kun fa ya kun - jadilah maka jadilah, tentunya tidak secara ajaib manusia itu terbentuk ada proses penciptaan sebaik-baiknya bentuk tersebut .tak ada cela dan tak ada yang mampu menandingi kesempurnaan ciptaan Rabbul Izzaati,
Manusi adalah makhluk yang di ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk , ia tercipta berbeda dengan makhluk bumi lainnya ia lah pemegang amanah besar dunia ini yakni khalifah fil ard. Peranannya didunia tak lepas dari peran besar seorang sosok perkasa yang di beri nama ibu� kepadanyalah muara kasih berlabuh.
Tatkala seorang insane baru terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apapun dan Allah mengenugrahkan kepadanya pendengaran, penglihatan dan hati agar ia bersyukur (QS. An-Nahl 16 : 78) maka siapalah yang pertama-tama merespon dan menjadikannya berdaya guna selain ketelatenan seorang Ibu�
Allah special menitipkannya kepada seorang perkasa sejak dalam kandungan mula, Allah jadikan Rahim ( tempat yang Kokoh) sebagai tempat bernaungnya individu baru,
Tampak jelas begitu susahnya keberadaan makhluk asing di tubuh manusia yang bernama wanita, namun adakah dari mereka yang sudi berkeluh kesah marah atas karunia terbesar dari Rabbnya itu� ia hanya mampu mendesah lelah namun percayalah desahnya, keluhnya, lelahnya serta kucuran keringatnya tak berarti urung mengandung, ia masih saja sempat tersenyum, dan berharap-harap kapankah sang buah hati itu terlahir.. resahnya ia menanti semakin menguatkannya untuk tetap mampu bertahan memberikan yang terbaik untuk jabang bayinya.
Belum lagi saat sakitnya melahirkan yang merupakan perjuangan seorang wanita diantara hidup dan mati� insya Allah pahala besar bergulir di setiap desah nafasnya.
Dan perjuangannya tak berhenti saat itu, Allah masih saja mempercayakan kepadanya untuk menjadikan individu baru itu sebagai sosok yang dirindui oleh alam semesta. Insan shaleh/ sholehah dambaan ummat, yang senantiasa berbakti kepada Rabbnya menjalani setiap tuntunan dari Rasulullah SAW.
Dan pada saat itu sosok ibulah yang terbaik dalam perannanya, ialah yang memiliki keistimewaan perjuangan meskipun tak seistimewa Siti Asiyah Dan tak setangguh Aminah. Kasih sayang Ibu merupakan puncak nurani tertringgi atas dasar 9 perasaan dan 1 akal kedudukannya begitu istimewa. Hal tersebut menampik segala kejadian yang di luar akal sehat, ibu tega membuang anaknya ? atau bahkan pemperdagangkannya? Biadab diamanakah nurani ditempatkan, mengapakah jeritan hati itu di khianati, mengiris kisi kisi jiwa ! pedih�
Kemanakah keistimewaan rahiim itu di hempaskan,hanya saja unsure Rahiim ( sayang) itu tak pernah ada yang membuangnya, masih saja tersimpan pada hati-hati manusia sekejia apapun ia, namun kisi hati yang memuatnya terlalu pekat untuk menampakan cercahan nurani itu.
Namun percayalah, ibu masih tetap sosok yang terbaik, ketika tindakan sekeji apapun terhadp anaknya ia lakukan ada keresahan yang tak mampu ia redam, ia tak mampu mengelak ia sedih, ia menyesal�
Seorang Ibu tak pernah ingat peluh resahnya ketika ia hadapi masa sulitnya melahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya , harap cemasnya tak mampu terbayar dalam harga semahal apapun, Ibu terlalu istimewa , tak pernah terbayang dalam benaknya untuk menuntut imbalan atas segala pengorbanan, ia pun tak pernah berharap suguhan penghormatan untuk setiap perjuanggannya . Ibu hanya menginginkan anaknya mampu berjuang menghadapi getirnya hidup, ia hanya ingin anak-anaknya tersenyum bahagia, tak peduli dengan desahnya yang kian hilang ibu selalu begitu�
Dalam do'anya Berkah Allah senantiasa mengalir, namun ia tak pernah harapkan bayaran atasnya, sujudnya di atas sajadah yang kian basah oleh derai tangisnya adalah sebuah tanda ia tak pernah berhenti uraikan rasa harap kepada Rabbnya untuk keselamatan anak-anaknya di dunia dan Akhirat.
Dan ia hanya sedikit menghiba � semoga anak-anakku dapat menjadi investasi kehidupanku di akhirat��
Itu lah Ibu, Rasulullah menempatkannya paling utama hingga ia menyebutnya sebanyak tiga tali sebagai tanda penekanan begitu mulianya sosok wanita perkasa itu, setelah itu baru ayah� maka apa lagi yang menghambat kita untuk senantiasa berbakti kepada nya, kepada keduanya, tak perlu resah akan keberadaannya yang tak lagi di dunia karena kesempatan untuk itu masih terbuka lebar dengan upaya kita mendo'akan kebaikannya di akhirat. 

Oh�Bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hati ku�.

Sekali lagi ia lah sosok yang istimewa, ia lah yang tebaik yang pernah setiap orang miliki , The best I ever Had�.

Selasa, 07 Desember 2010

...:: Alangkah Bahagianya Hati ::..

SEBAGAI lelaki normal, aku sangat mengaguminya. Selain berparas ayu, dia hampir memiliki segala kelebihan yang memang sangat patut dikagumi, terutama oleh para lelaki yang mendambakan kenikmatan cinta yang sejati.
Kalau bicara, tutur katanya halus, lembut, dan indah. Dia hampir tak pernah sekali pun merajuk sebagaimana umumnya gadis-gadis sebayanya. Dia juga tak pernah bermanja-manja kepada siapa saja. Dia pun tak pernah mengumbar emosinya sehingga uring-uringan, marah, memaki, mengumpat, menghina, mencela, dan sebagainya sama sekali tak pernah dia lakukan. Dia memang nyaris sempurna sebagai seorang manusia,
sebagai seorang gadis, sebagai seorang anak, sebagai seorang sahabat, dan sebagainya. Masya Allah!!!
“Aku sangat mengagumimu dan mencintaimu. Lahir dan batin. Jasmani dan rohani. Hidup dan mati. Dalam suka maupun duka,” kataku berterus terang, dalam suatu kesempatan tatap muka dengannya.
dengan lirih dia ungkapkan bahwa dia sayang dan cinta kepadaku....alngkah Bahagia dan besar Ni'mat allah seketika dia mengungkapkannya langsung sekian lama ku tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan-nya lama dulu awal bertemu mendapat tawa dan candanya pun itu hanya kurang dari 10 menit dirumah yang sederhana dengan nuansa acara silaturahim pondok semua santri pondok, PONDOK tercinta Darul'Ulum.

Ni'mat Allah dapat berada didekatnya dan mengungkapkan semuanya....Thankz to Allah AzzaWajalla.

Kamis, 02 Desember 2010

~::.. Tentang Sahabat ..::~


Aku bangga dapati dirimu seadanya..
kupikir, pantaslah dirimu kutemani
aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...
KAULAH SAHABATKU....
bila hari-harimu berselimutkan duka
kudoakan Damai bagimu
bila hari-harimu tertimpa bahaya
kudoakan KESELAMATAN bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria
kudoakan KEBAHAGIAAN bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam
selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya
selama panas dan hujan masih silih berganti
AKULAH SAHABATMU

bersama kita merangkai KATA
bersama kita menyusun CERITA
bersama kita satukan ASA
berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama
selalu dan selamanya
dalam doa dan pinta......
BAHAGIA....
Akhirnya..................

Maafkan diri ini jikalau terdapat banyak sekali
kealfaan juga kekurangan
disengaja ataupun tidak disengaja,
terasa maupun tidak terasa,
Semoga Persahabatan ini dapat berkekalan
untuk selama-lamanya hingga
nyawa berpisah dari Raga ini....

Kamis, 25 November 2010

GANGGUAN TERHADAP KEIMANAN DAN CARA-CARA MENOLAKNYA

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله : "يأتي الشيطان أحدكم فيقول: من خلق كذا؟ من خلق كذا؟ حتى يقول: من خلق الله؟ فإذا بلغه فليستعذ بالله، وَلْيَنْتَهِ". وفي لفظ "فليقل: آمنت بالله ورسله" متفق عليه.
Daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Syaitan mendatangi salah seorang daripada kamu lalu membisikkan: siapakah yang menciptakan ini, siapakah yang menciptakan itu? Sehingga dia membisikkan lagi: siapakah yang menciptakan Allah? Rasulullah s.a.w. bersabda: Apabila sampai pada tahap ini, hendaklah dia berlindung dengan Allah dan hendaklah dia memberhentikannya. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat yang lain: hendaklah dia berkata: Aku beriman dengan Allah dan Rasul-Nya.
Hadis ini menjelaskan syaitan mengganggu manusia dengan kebatilan, sama ada was-was ke dalam hatinya atau melalui syaitan dari jenis manusia. Syaitan sentiasa menyerang manusia yang tidak mempunyai mata hati tentang soalan sebegini. Inilah tugas utama syaitan yang tidak disedari oleh kebanyakan orang. Begitu juga golongan sesat yang merupakan syaitan dari kalangan manusia mencampakkan keraguan dan kebatilan kepada orang-orang tidak teguh keimanannya.
Seorang mukmin mestilah menghentikan was-was tersebut dari terus mengganggunya kerana segala yang ada akan berakhir. Hanya Allah yang kekal abadi, Dialah yang pertama, tidak sesuatu yang mendahului-Nya dan Dialah yang terakhir yang tidak sesuatu selepas-Nya. Dialah yang mengadakan sekalian makhluk, waktu dan tempat. Oleh itu, menjadi kewajipan mukmin untuk menghentikan soalan-soalan meragukan yang akan membawa kepada menafikan kekuasaan Allah s.w.t.
Gangguan dalam bentuk was-was ini tidak lain hanya untuk mengurangkan dan melemahkan iman seseorang yang akhirnya tewas dan tersungkur dalam lembah keraguan dan kesyirikan. Malah was-was seperti ini mestilah dilawan dengan keyakinan bahawa Dialah Allah yang Maha berkuasa yang mempunyai kekuasaan mutlak. Keimanan kepada Allah dan RasulNya mestilah diteguhkan dengan cara membenarkan apa sahaja yang dikhabarkan oleh al-Qur’an dan hadis-hadis sahih Rasulullah s.a.w.
Baginda diperintahkan supaya sentiasa berlindung dengan Allah s.w.t. dari gangguan syaitan. Allah s.w.t. berfirman:
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Dan katakanlah: Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari hasutan Syaitan-syaitan. Dan aku berlindung kepadaMu, wahai Tuhanku, supaya Syaitan-syaitan itu tidak menghampiriku. (al-Mukminun: 97-98)
Dalam hal, selain dari meminta perlindungan dari syaitan, seorang muslim mesti menggunakan sebaik-baiknya akal fikiran yang dikurniakan oleh Allah s.w.t. untuk merenung dan memikirkan kejadian Allah s.w.t. Kewujudan Allah s.w.t. tidak dapat dijangkau oleh akal kita yang lemah ini. Sebaliknya fikiran kita hendaklah dipusatkan kepada tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t. yang terbentang luas di hadapan kita; malah pada diri kita sendiri terdapat bukti keagungan Allah s.w.t. Renunglah ayat-ayat al-Qur’an, semuanya menyuruh kita berfikir bukan meragui. Keyakinan tidak akan dibina dengan syak wasangka, waham dan pemikiran yang singkat. Keimanan dituntut agar diperbaharui, bukan diruntuhkan. Allah s.w.t. berfirman:
سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di merata-rata tempat (dalam alam yang terbentang luas ini) dan pada diri mereka sendiri, sehingga ternyata jelas kepada mereka bahawa Al-Quran adalah benar. Belumkah ternyata kepada mereka kebenaran itu dan belumkah cukup (bagi mereka) bahawa Tuhanmu mengetahui dan menyaksikan tiap-tiap sesuatu? (Fussilat: 53)
وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ لِلْمُوقِنِين . وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin, Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)? (al-Zariyat:20-21)

Rasulullah s.a.w. yang merupakan doktor yang mengubat jiwa manusia dan iman mereka telah menggariskan beberapa jalan untuk menghindari dari gangguan syaitan-syaitan ini. Pertama, berhenti dari melayani gangguan ini. Kedua meminta perlindungan dari Allah. Ketiga, meneguhkan diri dengan menyatakan keimanan terhadap Allah.
Ketiga-tiga perkara ini merupakan benteng yang menangkis dari sebarang bentuk kesangsian terhadap keimanan dan segala kesesatan. Oleh itu ia mesti diberi perhatian dan penekanan yang penting. Kesimpulannya, hadis ini termasuk di bawah prinsip meneguhkan dan memperkasakan keimanan.

Rabu, 24 November 2010

Ibu anakmu disini slalu merindukanmu...


Ibu, anakmu disini,....
Mencoba meraih segenggam harapan,
Yang selalu engkau hembuskan,
Dari hari ke hari.
Ibu, anakmu disini,
Jauh dari sisimu, mencoba menatap mentari,
Dan menempuh malam-malam panjang yang sunyi,
Sambil menunggu, apakah mentari besok ‘kan kembali,
Dan selaksa pagi seolah-olah bergema dan menari-nari,
Di hadapan diri ini.
Ibu,
Aku selalu rindu sinar matamu yang teduh,
Saat cahaya hidupmu masih terang benderang,
Bersinar-sinar terangi hidupku, Ibu,
Aku selalu ingat saat kau berpeluh,
Bergerak dengan sigap laksana perwira perang,
Mengurus kami yang seolah tak bosan untuk minta perhatianmu.
Ibu, kini cahaya hidupmu mulai memudar,
Seiring usia dan zaman yang akan terus berputar,
Dan Sang Waktu yang tersenyum sinis, kaku dan bisu.
Andai mampu,
Aku ‘kan membeli seisi dunia, Ibu,
Dan menukarnya dengan cahaya hidup,
yang akan kuberikan padamu.
Ibu, anakmu disini,
Mencoba mencari cahaya hidup,
Yang selalu kau berikan padaku.
Untuk Ibunda Tercinta

Senin, 22 November 2010

Ya…Nabiyallah... Ya…Rasulallah... Ya…Habiballah... Shalawat dan salam untukmu...

Rasulullah saw adalah manusia paling lembut hatinya, tetapi juga yang paling berani. Beliau adalah orang yang paling pandai mengendalikan diri, tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita yang dia tidak memiliki hak, atau yang bukan mahramnya. Beliau adalah manusia yang paling dermawan, sehingga tidak pernah meninggalkan koin emas atau perak bermalam di rumahnya. Jika ada yang tesisa sampai di akhir hari dan beliau tidak menemukan seseorang untuk diberi sampai malam tiba, beliau akan pergi keluar, dan tidak pulang ke rumah sampai beliau telah memberikannya kepada orang yang membutuhkan.

Dari apa yang Allah swt anugerahkan kepada beliau, beliau hanya akan mengambil makanan yang paling sederhana dan biasa saja. Beliau tidak pernah menolak memberi hadiah yang orang minta kepadanya. Beliau terbiasa memperbaiki sandalnya sendiri dan menambal pakaiannya sendiri, serta melayani keluarganya, dan membantu mereka untuk memotong daging. Beliau adalah laki-laki yang pemalu, sehingga pandangannya tidak akan pernah tinggal lama di hadapan orang lain. Beliau senantiasa menerima undangan dari seorang biasa atau seorang budak, dan mau menerima hadiah meskipun itu tidak lebih dari seteguk susu atau paha kelinci dan menawarkan sesuatu sebagai balasannya.

Beliu tidak pernah mengkonsumsi apapun yang diberikan dalam bentuk sadaqah. Beliau tidak terlalu bangga untuk membantu seorang budak wanita atau orang miskin. Belai akan menjadi marah karena Tuhan, bukan untuk dirinya sendiri, beliau akan menegakkan kebenaran dan keadilan meskipun jika hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan pada dirinya sendiri atau teman-temannya.

kutipan oleh Imam Al-Ghazali...

Ya…Nabiyallah... Ya…Rasulallah... Ya…Habiballah... Shalawat dan salam untukmu... semoga kami dapat bertemu denganmu...

Sabtu, 20 November 2010

Nasihat Rosululloh...

Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a. , " Wahai ‘Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong,
penyakit ilmu adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya’,
penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan…."


Ketika
berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu : rajin
beribadah ketika dilihat orang, malas ketika sendirian dan ingin
mendapat pujian dalam segala perkara. "

Wahai
‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah, " Ya Allah, jadikanlah
diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku
yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan
siksaan bagiku…"
Ketika ditanya
bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu
Mas’ud r.a berkata, " Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke
majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk
berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah
kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu
pakai bukan lagi hatimu…"
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1eUnkIGUV