Sabtu, 12 November 2011

semata hanya mencari RidlhoMu....

Ya Robb hamba tahu kesalahan hamba ...

dia yang telah banyak rubah diriku, telah menjadikan diriku seperti sekarang ini.
Engkau yang kenalkan hamba dengan dirinya,
Engkau yang pertemukan hamba dengan dirinya.
hamba begitu ingat degan jelas awal apa yang hamba niatakan.
Mencintainya karena semata ingn mendapat Ridlhomu dan hidup berjalan atas anugerah cintaMu.
hamba sempat menyerah hanya sebatas ingn mengenalnya akan tetapi 
saat engkau gerakkan tangan dan hatinya untuk tidak mengenalku lebih dekat.
tapi....Engkau begitu Maha Pemurah, disaat keputusasaan ku mengenalnya.
Engkau hadirkan dia saat malam terbangun dari tidur lelah hamba untuk membuka hati,
untuk sekian kalinya hamba tersakiti dengan kasih sayang yang telah hamba jaga 
dan kepercayaan yang telah tersilap dengan kau hadirkan org yg kusayangi ada untuk orang lain.

Ya Robb.....Hamba tahu mungkin seiring berjalanya waktu hamba mencintainya lebih dari hamba mencintaiMu.
Engkau telah banyak rubah sesosok diriku yang dulu menjadi diriku yang sekarang lewat dirinya.
kasih sayang seorang ibu yg telah sempat hilang dari bayangan hidup...
kasih sayang kedua orang tuaku yang telah terlihat hanya sebelah mata dulu oleh hati anaknya ini.
semangat untuk terus dapat berjalan dilautan keras kehidupanMu ini...
bangun untuk siap menghadapi semua yang ada beban dipundak, tanggung jawab didepan...
kesiapan untuk tidak melhat kebelakang akan masa lalu yang silam,
dan membuka Kepercayaan baru hati ini untuk berlabuh.

hamba ingin bercerita dan cukup dihati jawabkan semuanya....
kau ciptakan dia selalu terpandang sempurna untukku,
kau ciptakan dia selalu baik untuk ku,
dan kau buatkan alur cerita yang begitu luar biasa didalamnya untukku,
ku menyayanginya....
Saat Kau beri batu coba'an tak terasa ku tersentak jatuh,
dan kau bangkitkan kembali....
saat Kau berikan lebih besar didepanku ku pinggirkan secara perlahan menghadapinya,
dengan tetap pasrah dijalanMu....
saat engkau berikan semuanya tenang arus besar engaku pusarkan ditengah...
dan kucoba berenang didalamnya....namun ku tak tahu adakah aku akan selamat atau ku akan ikut tenggelam.
karena ku hanya hambamu yang begitu banyak dosa dan selalu ingn memperbaiki dan kembali dijalaMu.
kisah ku denganya begitu indah saat kau berikan pelangi kepercayaan didalamnya.
kisahku begitu pedih saat pelangi itu kita nodai dengan sadar pula kami melakukannya ......
Aku malu.....Ya Robb....hamba mohon begitu besar pintu maafMu dan begitu pedih pula siksaMu.

Hamba ingn bertanggung jawab atas apa yang telah hamba lakukan,
kepada sesosok hambamu yang telah ternodai oleh diri yang kotor ini.
Ya Robb...
hamba tahu kelak anak" yang terlahir akan lebih buruk dari orang tuanya...
dan akan lebih baik atas kebaikkan orang tua'nya.
Hamba tidak pernah ingn melihat anak hamba mempertanggungjawabkan atas apa yg telah hamba lakukan.
dan semua dosa hamba dengannya akan berlarut-larut saat ku serahkan cicncin kehormatan pernikahan kpd org lain.
ya Robb...hamba tak lebih hanya ingin merubah segalanya yang buruk untuk bisa menjadi lebih baik.
Jika takdirMu berkata lain.......Ya Robb ampunilah diriku dan jangan berikan kesempatan pada diriku untuk menyentuh seorang hambamu selain dari padanya sebelum engkau mengampuni dosa" Hamba.

Rabu, 09 November 2011

Khadratus syekh Al-Mursyid DR. K. H. Musta'in Romli

Berikut adalah sekilas tentang K. H. Musta'in Romli :

Beliau sugeng (red istilah jawa : Hidup) kira-kira 1920-1984. Setelah ayahnya wafat, Kiai Musta’in memangku Pesantren Darul Ulum Peterongan, Rejoso (Jombang) dan Syaikh tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, yang memiliki puluhan ribu pengikut di Jawa Timur. Kiai Romli bin Tamim, meninggal dunia pada 1958, dia menggantikan kedudukan ayahnya baik sebagai kiai maupun syaikh tarekat. Baik Kiai Romli maupun Kiai Musta’in sama-sama tidak punya jabatan formal di NU, kecuali pada tingkat lokal.

KH Musta’in Romly lahir di Rejoso pada tanggal 31 Agustus 1931. Sejak kecil ia mendapat didikan langsung dari kedua orang tuanya. Dan baru tahun tahun 1949 M melanjutkan studi di Semarang dan Solo di Akademi Dakwah Al Mubalighoh, diperguruan ini bakat kepemimpinannya menonjol sehingga pada waktu singkat mengajak sahabat-sahabatnya yang berasal dari daerah Jombang mendirikan Persatuan Mahasiswa Jombang. Studi di Lembaga ini diakhiri pada tahun 1954 M.

Pada tahun 1954 M beliau aktif di Nahdhatul Ulama Jombang tempat asalnya dan kemudian menjadi pengurus IPNU Pusat tahun 1954 sampai 1956. Upaya menerpa diri untuk lebih matang sebagai pimpinan Pondok Pesantren, KH Musta’in Romli banyak beranjang sana ke berbagai pondok pesantren dan lemnaga pendidikan pada umumnya. Mulai tingkat nasional sampai internasional. Dalam kaitan inilah pada tahun 1963 M beliau Muhibbah ke Negara-negara Eropa dan Timur Tengah, yang huga berziarah ke makam Syeh Abdul Qodir Al Jailani tokoh pemprakarsa Thoriqoh Qodiriyah, di Irak.

Hal ini penting mengingat beliau adalah Al Mursyid Thariqah Qodiriyah Wannaqsabandiyah mewarisi keguruan KH Romly Tamim dam KH Cholil Rejoso. Oleh-oleh dari kunjungan muhibbah ini antara lain yaitu mendorong berdirinya Universitas Darul Ulum pada tanggal 18 September 1965. Universitas Darul Ulum sendiri diprakasai Dr KH Musta’in Romli, KH Bhisry Cholil, K. Ahmad Baidhowi Cholil, Mohammad Wiyono (mantan Gubernur Jatim), KH Muh. As’ad Umar dan Muhammad Syahrul, SH. Untuk melengkapi keabsahan KH Musta’in Romli sebagai Rektor, pada tahub 1977 beliau mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Macau University. Pada tahun 1981 lawatan ke Timur Tengah dilakukan kembali dengan hasil kerjasama antara Universitas Darul Ulum dan Iraq University dalam bentuk tukar-menukar tenaga edukatif, dan dengan Kuwait University dalam bentuk beasiswa studi ke Kuwait.

Pada tahun 1984 KH Musta’in berkunjung ke Casablanka, Maroko, tepatnya pada bulan Januari 1984, yaitu mengikuti Kunjungan Kenegaraan bersama Wakil Presiden RI Bapak Umar Wirahadi Kusuma dan Menteri Luar Negeri RI Bapak Prof. Dr. Muchtar Kusumaatmadja dalam acara Konverensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kunjungan ini dilanjutkan ke Perancis dan Jerman Barat. Selanjutnya pada bulan Juli dengan tahun yang sama, KH Musta’in mengikuti Konferensi antar Rektor se- dunia di Bangkok.

Semua kunjungan dijalani KH Musta’in dengan tekun demi kelembagaan Pendidikan yang dialamatkan beliau, yaitu Lembaga Pondok Pesantren Darul Ulum, Lembaga Thariqah Qoddiriyyah Wannaqsabandiyah dan Universitas Darul Ulum. Sampai wafat pada tanggal 21 Januari 1985, beliau meninggalkan putra-putri M. Rokhmad (almarhun), H. Luqman Haqim dari Ibu Chafsoh Ma’som, Hj Choirun Nisa’ dari Ibu dzurriyatul Lum’ah, H. Abdul Mujib, Ahmada faidah, Chalimatussa’diyah dari Ibu Nyi Hj Djumiyatin Musta’in serta Siti sarah dan Dewi Sanawai dari Ibu Ny. Hj. Latifa.

Adapun jabatan yang pernah diamanahkan kepada Dr. KH Musta’in Romly adalah:

1. Aggota DPR - MPR RI tahun 1983 sampai wafat.
2. Wakil ketua DPP MDI tahun 1984 sampai wafat.
3. Rektor Universitas Darul Ulum tahun 1965 sampai wafat.
4. Al Mursyid Toriqoh Qodiriyah Wannaqwsabandiyah tahun 1958.
5. Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum tahun
1958 sampaiwafat.
6. Anggota BKS Perguruan Tinggi Swasta tahun 1983 sampai wafat.
7. Anggota IAUP ( International Association of University President ) 1981 di
Chicago.
8. Ketua Umum Jam’iyah Thoriqot Mu’tabaroh Indonesia pada tahun 1975 sampai wafat.

Khadratus Seykh Al~Mursyid KH. Romly Tamim

Kh.Romly Tamim kelahiran Rejoso tahun 1888 M. Beliau adalah putra Kyai Haji Tamim yang ketiga. Pengalaman pendidikan diperoleh dari ayah dan kakak iparnya dalam usia muda, sedang masa menjelang dewasanya dididik di Pondok Pesantren Bangkalan Madura seperti ayah kakak yaitu dibawah asuhan Kyai Kholil.
Dari pendidikan ini kemudian diteruskan ke pendidikan tebu ireng yang diasuh oleh Kyai Hasyim asy’ari. Waktu Kyai Romly Tamim sudah ikut membantu sebagai tenaga pengajar, Kyai Hasyim Asy’ari mulai menaruh simpati dan sayangnya kepada tenaga baru tersebut. Dari sisnilah simpati itu berlanjut sehingga pada tahun 1923 Kyai Romly Tamim diambil menantu oleh Kyai Hasyim Asy’ari mmendapatkan Nyi Azzah Dalam perkawinan ini tidak membuahkan satu anakpun.
Seusai pengabdiannya di Tebu Ireng dan setelah merasa gagal pada perkawinan pertama beliau nikah lagi dengan putri desa besuk Jombang yang bernama Nyi Maisyaroh. Perkawinan ini menghasilkan putra Ishomuddin yang telah kembali ke Rahmatullah dan Musta’in Romly. Sepeninggal Nyi Maisaroh belaiau nikah dengan Nyi Khodijah hingga berputra : A. Rifa’I, Sonhaji, A. Dimyati, Moh Damam Hury dan Tamim.
Diakhir hayatnya beliau sebagai Al – mursyid Thoriqot Qodiriyah Wannaqsabandiyah menggantikan kedudukan KH Cholil selama perjalanan hidup ia sempat menulisdan menyususn buku – buku pegangan Thoriqot antara lain Risalatul Waqiah, Risalah Solawat Nariyah dan Tsamratul Fikriyah. Allah SWT memanggil kembali ke alam sana pada 16 Romadhon 1377 atau 16 April 1958.

Istighosah (Darul'Ulum)








Ponpes Darul'Ulum Rejoso Peterongan Jombang






Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1eUnkIGUV